Langsung ke konten utama

Yang Harum Di TPS Bantar Gebang


Sumber Berita : KOMPASIANA 10 Juli 2015
By : Mutia Ohorella


Lokasi Bantar Gebang sudah ada di hadapan kami. Ini gundukan sampah tertinggi di Indonesia. Bagaimana tidak? Penduduk Jakarta membuang sampahnya di sini 6000 ton perhari. Suasan terik dan debu membuat gundukan atau tepatnya bukit itu berwarna abu-abu. Alat berat pengumpul sampah dan truk truk terlihat  seperti mainan.








Alat berat pengumpul sampah dan truk truk terlihat  seperti mainan.   Rombongan kecil kami perwakilan dari unit Kerohanian  kantor Gobel, Bapak Muhammad Syahrial SE dan utusan KARISKA (Alumni Remaja Masjid Sunda Kelapa) bermaksud mencari sesuatu disini. Tak banyak yang tau, di balik tembok penampung sampah yang berbau busuk ini ada aroma harum.

Berdiri bangunan setengah jadi, tempat anak-anak dhuafa menimba ilmu. Dimulai dari geraknya hati seorang hamba Allah, Ustad Abdul Azis di tahun 80-an. Saat bekerja ( Tukang ojeg) ia sering memperhatikan  ahlak remaja di sekitar rumahnya yang masih urakan, banyak buang waktu, dan kasar! Keinginannya untuk menolong saudara seiman makin lama makin besar. 

Akhirnya dengan modal tabungan 600 ribu, dan merelakan 2 ruang kecil bagian dari rumahnya, ia pun berhasil mengumpulkan mereka.   "Jangankan baca Quran, mengucap syahadat saja ada yang salah bu...!" Demikian tutur beliau yang telah banyak berkorban baik materi maupun perasaan. Semua demi menghijrahkan mereka dari kegelapan menuju cahaya ilmu. Meski 2 anaknya terserang penyakit flek paru karna udara dan air yang tak bersih, ia tak punya niat untuk pindah rumah.  





 Kini bangunan pesantren At-Taubah  sudah berdiri. Terlihat megah diantara bangunan sekeliling. Terbukti sudah, hak prerogatif Allah dalam memilih hambaNya untuk meneruskan cita-cita RasulNya. Tak harus berkantong tebal atau berilmu tinggi. Cukup pasang niat, action sedikit sebagai ikhtiar, pada akhirnya Allah juga yang bantu, mencukupi, dan menyempurnakan. Kalau dipikir, niat disebabkan sentuhan Allah, bisa gerak pun karna modal sehat dari Allah. 

Seolah dapat pinjaman modal dari Boss, dibantu promosinya, boss yang borong, boss yang kasih bonus!   Lebih dari 100 santri anak anak dan remaja terima kucuran ilmu. Ustad Abdul Azis sudah bisa memberi beasiswa beberapa santri untuk melanjutkan ke pesantren yang sarana dan materi pelajarannya lebih lengkap. 

Semangat pengurus dan para santri patut dapat acungan jempol.Genderang rebana dan alunan penuh kerendahan hati memanggil Allah dengan sifatNya yang mulia, menyuburkan rasa haru dan syukur kami, ingin lebih banyak lagi berbuat di masyarakat.  




 Perjalanan masih panjang, semoga saja ada keputusan yang jelas dari pemerintah akan lahan pengganti. Walau bagaimana miris juga melihat mereka bertahan di sana dengan air yang sudah tercemar resapan sampah. 

Sebelum berpisah pada acara silaturrahmi tanggal 5 Juli itu , sempat kami lihat wajah mereka  penuh takzim saat menerima bingkisan. Padahal kami yang berterima kasih, ujian mereka adalah jalan buat beribadah dan  jejak kebaikan kita di bumi. Tanpa mereka seakan kehilangan emas! Bukankah satu masa akan datang, kaum fakir lebih suka darah kita dari pada zakat kita?                     

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/mutiaohorella/ada-yang-wangi-di-bantar-gebang_559f41460f93739c048b4567












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Keuangan Baksos KARISKA

TANGGAL UANG MASUK 19/3 5.000.000 24/3 1.000.000 25/3 500.000 26/3 250.000 26/3 500.000 28/3 1.000.000 29/3 500.000 30/3 1.000.000 31/3 1.000.000 2/4 2.500.000 2/4 200.000 3/4 150.000 3/4 500.000 4/4   5.000.000 4/4 2.000.000 4/4 5.000.000 4/4 500.000 TOTAL 26.600.000 Pengeluaran Tanggal 3 April 2016 ke rekening Dara Rp 8000.000. Jadi Saldo Akhir di Rek Mandiri No. 133 0007 666 902  Rp 18.600.000 Jika digabung dengan saldo dari rekening Dara 11.610.000 TOTAL SALDO per 5 April    Rp 30. 210.000

Merancang MCK Bantar Gebang

Sahabat Romii membuat rancangan (Sementara) MCK yang akan dibangun di pinggiran bukit sampah Baantar Gebang. Selain sudah tak layak, posisinya di arah qiblat mesjid . Telah lama Bapak Abdul Azis pembina pondok pesantren merangkap Ketua RT mendambakan sebidang tanah untuk membuat toilet baru. Alhamdulillah... Dana  dari para donatur  mencukupi untuk membayar pembebasan  tanahnya. Tinggal memikirkan biaya pembangunan fisiknya. Itulah pertolongan Allah ya, tak selalu menolong dalam bentuk uang. Ada bantuan seorang hamba Allah berupa ubin granit. Semoga bermunculan lagi bantuan barang yang lain, seperti 3  kloset jongkok 2  kloset  duduk keramik dinding Shower Kran Semen, pasir dll Sahabat Romii dan sahabat lain berniat pasang rangka dan genteng metal, murah tapi efisien katanya. Ibu ibu ini semangat sekali kalau kita baca WA nya.  Membahas perlu atau tidaknya  pemisahan WC dengan kamar mandi,  jumlah shower, pemisahan ...

Mempersiapkan Bingkisan

Sementara saya membawa makan siang untuk petugas Fogging di Lapas, rumah sahabat Nemmi sudah penuh dengan segala macam makanan dan lain lain yang bakal jadi goodie bag . Alhamdulillah... Bang Eman.Dara, Iie, Bang Radja, bersedia datang untuk bantu packing packing. Sampai-sampai  anak buah Nemmi juga turun tangan. Gaya khas Riska banget, sejak dulu. Rela berkorban waktu dan tempat. Kerjaan di sisir rapih bersama sama. Bukan cuma keihlasan diri sendiri, tapi pasangan hidup juga mengihlaskan. Suami sahabat Nemmi yang ketempatan juga adeem saja! No problemo rumahnya rame dan berantakan! Masya Allah...Semoga rejeki lahir batin mereka Allah tambahkan. Dan semakin dilapangkan  hatinya dalam segala keadaan. Makin terasa persaudaraan dan makin semangat berbuat deh...Kalau ada proyek seperti ini. Pantess Jeng Indry bilang saat di flat Kemanggisan 2 bulan lalu... "Hayu doong,  kita bikan apaa gitu. Masak gini gini ajaa?" Oh ya, buat penambah semangat, Bang Cheppy ba...